NAMA : DIO REZKY VITAMA
KELAS : 3EA26
NPM : 12213590
BAB I
PENDAHULUAN
.
1 Latar Belakang
Dalam mengenal konsumen kita perlu mempelajari
perilaku konsumen sebagai perwujudan dari seluruh aktivitas jiwa manusia itu sendiri.Suatu
metode didefinisikan sebagai suatu wakil realitias yang di sederhanakan.Model
perilaku konsumen dafat didefinisikan sebagai suatu sekema atau kerangka kerja
yang di sederhanakan untuk menggambarkan aktiviras-aktiviras konsumen.Model
perilaku konsumen dapat pula di artikan sebagai kerangka kerja atau suatu yang
mewakili apa yang di yakinkan konsumen dalam mengambil keputusan membeli.
Adapun yang mempengaruhi factor-faktor perilaku
konsumen yaitu : Kekuatan sosial budaya terdiri dari faktor budaya, tingkat
sosial, klompok anutan (small referebce grups), dan keluarga.Sedangkan kekuatan
pisikologis terdiri dari pengalaman belajar, kepribadian, sikap dan
keyakinan.
Sedangkan tujuan dan fungsi modal perilaku konsumen
sangat bermanfaat dan mempermudah dalam mempelajari apa yang telah diketahui
mengenai perilaku konsumen.Menganalisis perilaku
konsumen akan lebih mendalam dan berhasil apa bila kita dapat memahami
aspek-aspek pisikologis manusia secara keseluruhan. Kemampuan dalam
menganalisis perilaku konsumen berarti keberhasilan dalam menyalami jiwa
konsumen dalam memenuhi kebutuhannya. Dengan demikian berarti pula keberhasilan
pengusaha, ahli pemasaran, pimpinan toko dan pramuniaga dalam memasarkan suatu
produk yang membawa kepuasan kepada konsumen dan diri pribadinya
- Rumusan masalah
- Apa yang di maksud dengan perilaku konsumen ?
- Pemikiran yang benar tentang konsumen ?
- Penelitian konsumen sebagai suatu bidang yang dinamis ?
- Tujuan pembahasan
- Untuk mengetahui apa yang di maksud dengan konsumen
- Mengetahui Pemikiran yang benar tentang konsumen
- Mengetahui Penelitian konsumen sebagai suatu bidang yang dinamis
BAB II
PEMBAHASAN
1. APA
YANG DIMAKSUD PERILAKU KONSUMEN ?
Perilaku permintaan konsumen terhadap barang dan
jasa akan dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya: pendapatan, selera
konsumen, dan harga barang, disaat kondisi yang lain tidak berubah (ceteris
paribus). Perilaku konsumen ini didasarkan pada Teori Perilaku Konsumen yang
menjelaskan bagaimana seseorang dengan pendapatan yang diperolehnya, dapat
membeli berbagai barang dan jasa sehingga tercapai kepuasan tertentu sesuai
dengan apa yang diharapkannya.
Perilaku konsumen adalah proses yang dilalui oleh seseorang/ organisasi dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan membuang produk atau jasa setelah dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhannya. Studi perilaku konsumen muncul seiring dengan berkembangnya konsep pemasaran, yang merupakan cara pandang pemasar dalam menghadapi konsumen dan pesaingnya, di mana pemasar berusaha memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen secara lebih efektif dari para pesaingnya.
Tujuannya adalah memperoleh kepuasan pelanggan. Sehingga ilmu perilaku konsumen dibutuhkan untuk mengidentifikasi apa kebutuhan dan keinginan konsumen dan pelanggan tersebut sehingga pemasar mampu menyusun dan mengimplementasikan strategi pemasaran yang tepat untuk karakteristik konsumen yang menjadi target pasar.
Pemahaman tentang konsumen ini diperoleh pemasar melalui penelitian-penelitian perilaku konsumen sehingga dapat dipertanggung-jawabkan kebenaran informasi yang terima dan digunakan dalam penyusunan strategi pemasaran. Perilaku konsumen terkait dengan strategi pemasaran, di mana pemasaran harus mampu menyusun kriteria pembentukan segmen konsumen, kemudian melakukan pengelompokan dan menyusun profil dari konsumen tersebut. Kemudian, pemasar memilih salah satu segmen untuk dijadikan pasar sasaran. Dan setelah itu, pemasar menyusun dan mengimplementasikan strategi bauran pemasaran yang tepat untuk segmen tersebut.
Perilaku konsumen adalah proses yang dilalui oleh seseorang/ organisasi dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan membuang produk atau jasa setelah dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhannya. Studi perilaku konsumen muncul seiring dengan berkembangnya konsep pemasaran, yang merupakan cara pandang pemasar dalam menghadapi konsumen dan pesaingnya, di mana pemasar berusaha memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen secara lebih efektif dari para pesaingnya.
Tujuannya adalah memperoleh kepuasan pelanggan. Sehingga ilmu perilaku konsumen dibutuhkan untuk mengidentifikasi apa kebutuhan dan keinginan konsumen dan pelanggan tersebut sehingga pemasar mampu menyusun dan mengimplementasikan strategi pemasaran yang tepat untuk karakteristik konsumen yang menjadi target pasar.
Pemahaman tentang konsumen ini diperoleh pemasar melalui penelitian-penelitian perilaku konsumen sehingga dapat dipertanggung-jawabkan kebenaran informasi yang terima dan digunakan dalam penyusunan strategi pemasaran. Perilaku konsumen terkait dengan strategi pemasaran, di mana pemasaran harus mampu menyusun kriteria pembentukan segmen konsumen, kemudian melakukan pengelompokan dan menyusun profil dari konsumen tersebut. Kemudian, pemasar memilih salah satu segmen untuk dijadikan pasar sasaran. Dan setelah itu, pemasar menyusun dan mengimplementasikan strategi bauran pemasaran yang tepat untuk segmen tersebut.
2. PEMIKIRAN
YANG BENAR TENTANG KONSUMEN
Konsumen adalah seseorang atau
sekelompok orang yang membeli suatu produk untuk dipakai sendiri dan tidak
untuk dijual kembali. konsumen adalah raja sebenarnya, oleh karena itu sebagai
produsen yang memiliki prinsip holistic marketing sudah seharusnya
memperhatikan semua yang menjadi hak-hak konsumen.
3. PENELITIAN
KONSUMEN SEBAGAI SUATU BIDANG YANG DINAMIS
Konsumen sebagai ilmu yang dinamis
dikarenakan proses berpikir, merasakan, dan aksi dari setiap individu konsumen,
kelompok konsumen, dan perhimpunan besar konsumen selalu berubah secara
konstan. Sifat yang dinamis
demikian menyebabkan pengembangan strategi
pemasaran menjadi sangat menantang sekaligus sulit. Suatu strategi dapat
berhasil pada suatu saat dan tempat tertentu tapi gagal pada saat dan tempat
lain. Karena itu suatu perusahaan harus senantiasa melakukan inovasi-inovasi
secara berkala untuk meraih konsumennya.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan :
Dari beberapa Definisi tersebut di atas maka dapat
di tarik suatu kesimpulan bahwa perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan yang
dilakukan oleh individu, kelompok, atau organisasi yang berhubungan dengan
proses pengambilan keputusan dalam mendapakan, menggunakan barang-barang atau
jasa ekonimi yang dafat di pengaruhi linkungan.
Perilaku konsumen adalah tinkat laku dari konsumen,
dimana mereka dapat mengilustrasikan sutu produk dan jasa mereka/satu tindakan-tindakan,
proses hubungan sosial yang dilakukan oleh individu, kelompok dan organisasi
dalam mendapatkan, menggunakan sutu produk atau lainnya sebagai suatu akibat
dari pengalaman, dengan mempelajari 3 variabel perilaku konsumen.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku
konsumen yaitu : kekuatan sosial budaya dan kekuatan pisikologis.
Metode yang digunakan dalam penelitian perilaku
konsumen dan metode memusatkan atau memfokuskan kelompok konsume.
Teori tingkahlaku konsumen menerangkan tentang
perilaku konsumen dipasaran, yaitu menerangakan sikap konsumen dalam membeli
dan memilih barang yang akan dibelinya. Teori ini dikembangka dalam dua bentuk
: teori utility dan analisis kepuasan sama.
sumber :
-
raachmaa.blogspot.co.id/2013/09/apa-yang-dimaksud-perilaku-konsumen.html
No comments:
Post a Comment