NAMA : DIO REZKY VITAMA
KELAS : 3EA26
NPM : 12213590
Beberapa Asumsi Dasar Mengenai Preferensi
Teori
tentang perilaku konsumen dimulai dengan tiga asumsi dasar mengenai preferensi
orang pada satu keranjang pasar dibandingkan dengan keranjang lainnya. Kami
percaya bahwa asumsi-asumsi ini berlaku untuk banyak orang dalam berbagai
situasi:
1. Kelengkapan:
Preferensi diasumsikan lengkap. Dengan
kata lain, konsumen dapat membandingkan dan menilai semua keranjang pasar.
Dengan kata lain, untuk setiap dua keranjang pasarA dan B, konsumen akan lebih
suka A dari pada B, lebih suka B dari pada A, atau akan tidak peduli pada kedua
pilihan. Yang dimaksut dengan tidak peduli adalah bahwa seseorang akan
sama puasnya dengan pilihan keranjang manapun. Perhatikanlah bahwa preferensi
ini mengabaikan harga. Seorang konsumen mungkin lebih suka bistik dari pada
hamburger, tetapi akan membeli hamburger karena lebih murah.
2. Transitivitas:
Preferensi adalah transitif.
Teransitifitas berarti bahwa jika seorang konsumen lebih suka keranjang A
daripada keranjang pasar B, dan lebih suka B dari pada C, maka konsumen itu
dengan sendirinya lebih suka A dari pada C. Misalnya, jika mobil Porsche lebih
disukai daripada mobil Cadillac dan Cadillac lebih disuka dari pada Chevrolet,
maka mobil Porsche juga lebih disukai dari pada Chevrolet. Transitifitas ini
biasanya dianggap perlu untuk konsintensi konsumen.
3. Lebih
Baik Berlebih daripada Kurang: semua barang yang “baik” adalah barang yang
diinginkan. Sehingga konsumen selalu
menginginkan lebih banyak barang daripada kurang. Sebagai tambahan,
konsumen tidak akan pernah puas atau kenyang;lebih banyak selalu lebih menguntungkan, meskipun lebih untungnnya hanya
sedikit saja. Asumsi ini dibuat untuk alasan pengajaran;yang
menyederhanakan analisis grafik tentusaja, berapa beberapa barang, seperti
polusi udara, mungkin tidak diinginkan, dan konsumen selalu akan
menginginkannya lebih sedikit. Kita mengabaikan “barang-barang jelek seperti
itu” dalan keerangka pembahasan tentang pemilihan konsumen karena kebanyakan konsumen
itu akan memilih untuk membelinya. Kita akan membahasnya dalam buku ini.
Ketiga
asumsi ini merupakan dasar teori tentang konsumen. Ketiganya tidak menjelaskan
preferensikan konsumen, tetapi menekankan adanya tingkat rasionalliatas dan
kewajaran pada asumsi tersebut. Atas dasar asumsi-asumsi ini akan menyelidiki
perilaku konsumen secara lebih rinci.
Contoh :
1) Completenes (Kelengkapan) (A>b, b>a, a=b)
Contoh :
Ada barang A dan B, maka konsumen bisa menyatakan bahwa
Dia lebihsuka barang A daripada barang B
Atau lebih suka barang B daripada A
Atau Tidak Peduli, maksudnya disini adalah baik mengkonsumsi barang A
ataupun B akan tetap sama puas.
2) Transitivity (Transivitas) (A>b dan b> c,
maka A>c)
Contoh :
Jika mobil Porsche lebih disukai daripada mobil Cadillac, dan Cadillac
lebih disukai daripada mobil Chevrolet. Maka otomatis Mobil Porsche lebih
disukai dari pada mobil Chevrolet.
3) “lebih banyak lebih disukai“ (preferensces
exhibit nonsiation). More is Better
Contoh :
Jika Qa ^ (Meningkat ) maka U (Qa) ^ (juga akan meningkat) More Is
Better than less, meskipun hingga akhirnya Marginal utility Qa akan menurun.
Atau meningkatnya makin lama makin lambat. (namun tidak pernah mencapai
0 dan tidak pernah bernilai negative.)
SUMBER :
No comments:
Post a Comment